Meta Description (155 karakter)
Doug Casey memprediksi emas masih berpeluang naik, namun kini lebih optimistis terhadap perak. Simak analisis lengkap, alasan China, inflasi, dan prospek harga ke depan.
Slug SEOdoug-casey-prediksi-harga-emas-dan-perak
Doug Casey Yakin Harga Emas Masih Akan Naik, Tapi Kini Lebih Bullish terhadap Perak: Apa Alasannya?
Selama puluhan tahun, setiap kali terjadi ketidakpastian ekonomi dunia, nama Doug Casey hampir selalu menjadi salah satu tokoh yang banyak diperhatikan investor. Pendiri Crisis Investing ini dikenal sebagai investor kontrarian yang berani mengambil posisi berbeda dari mayoritas pasar.
Dalam wawancara terbarunya bersama BullionStar pada 24 Juli 2026, Doug Casey kembali menyampaikan pandangannya mengenai masa depan emas, perak, inflasi, China, hingga sistem keuangan global. Menariknya, meskipun ia tetap sangat optimistis terhadap emas, kali ini ia justru mengaku lebih bullish terhadap perak sebagai peluang investasi spekulatif.
Lantas, apa alasan di balik pandangan tersebut? Dan bagaimana masyarakat Indonesia sebaiknya menyikapi prediksi ini?
Doug Casey: Emas Bukan Lagi Sekadar Investasi, tetapi Alat Menjaga Kekayaan
Menurut Doug Casey, banyak orang masih melihat emas hanya sebagai instrumen investasi yang dibeli ketika harga diperkirakan akan naik. Padahal, menurutnya, fungsi utama emas jauh lebih mendasar.
Ia memandang emas sebagai penyimpan nilai (store of value) yang telah bertahan selama ribuan tahun. Berbeda dengan uang kertas yang nilainya dapat tergerus inflasi, emas dinilai tidak bergantung pada janji pemerintah maupun lembaga keuangan.
Dalam wawancara tersebut ia menegaskan bahwa emas merupakan satu-satunya aset keuangan yang tidak menjadi kewajiban pihak lain (no counterparty risk). Dengan kata lain, kepemilikan emas fisik tidak bergantung pada kemampuan pihak lain untuk membayar utang atau memenuhi kewajibannya.
Karena alasan itulah, Casey mengatakan dirinya belum memiliki rencana menjual emas yang telah ia kumpulkan selama puluhan tahun.
Mengapa Doug Casey Masih Optimistis terhadap Harga Emas?
Meskipun harga emas dunia telah berada di kisaran US$4.000 per troy ounce, Casey tidak menganggap emas sudah terlalu mahal.
Menurutnya, bila dibandingkan dengan kenaikan harga rumah, kendaraan, makanan, hingga membengkaknya utang pemerintah Amerika Serikat, harga emas saat ini justru masih mencerminkan nilai yang wajar.
Ia bahkan menyebut tren jangka panjang emas masih mengarah ke atas karena beberapa faktor besar, antara lain:
- utang pemerintah yang terus meningkat,
- defisit anggaran yang sulit dikendalikan,
- inflasi jangka panjang,
- pembelian emas oleh bank sentral,
- menurunnya kepercayaan terhadap mata uang fiat.
Perlu dipahami bahwa ini merupakan opini investasi Doug Casey, bukan kepastian. Harga emas tetap dipengaruhi banyak faktor seperti kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, nilai dolar AS, dan sentimen pasar.
Bank Sentral Dunia Masih Terus Membeli Emas
Salah satu poin penting yang disoroti Casey adalah meningkatnya pembelian emas oleh berbagai bank sentral.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan bahwa banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat sebagai aset cadangan.
Dalam wawancara itu ia menilai langkah tersebut cukup masuk akal, terutama bagi negara-negara yang ingin memperkuat cadangan devisa dengan aset yang tidak bergantung pada negara lain.
Fenomena ini juga sejalan dengan meningkatnya minat banyak negara untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa dalam beberapa tahun terakhir.